Angka 666 dan Simbol Satanisme (Bagian 2)
Angka 666 dan Simbol
Satanisme (Bagian 2)
25/12/2012 by misterQ
Satanic
telah menyusup kedalam berbagai aspek yang berkenaan dengan kehidupan manusia
di dunia ini.Sebenarnya banyak hal yang telah dijadikan sebagai ajang
konspirasi para penganut satanic,baik yang secara terang-terangan maupun yang
tersembunyi.Berikut ini adalah contoh-contoh nyata yang telah ada
satanic
bible
GEREJA SETAN
Asal mula GS didirikan oleh Anton Szandor La Vey
tanggal 30 April 1966, dan GS ini secara terang-terangan diorganisasikan di San
Francisco. Sebagai buku panduan umatnya, La Vey menulis sebuah kitab The
Satanic Bible tahun 1969.
Meskipun keberadaan para penyembah Setan telah diketahui selama bertahun-tahun, tak seorang pun muncul dan mengakui secara terbuka bahwa mereka adalah penganut Setanisme. Setanisme pertama kali menjadi gerakan yang terbuka dan teratur di tahun 1960-an di Amerika Serikat. Tanggal 30 April 1966, Gereja Setan dibentuk di California. Pendiri gereja aneh ini adalah seorang penganut Setanisme yang bernama Anton Szandor LaVey yang menyatakan dirinya sebagai pendeta tinggi. Dikenal sebagai Paus Hitam, LaVey menulis buku-buku tempat dia merumuskan pandangan-pandangannya mengenai Gereja Setan. Judul buku-buku itu menakutkan: “Kitab Suci Setan, Upacara Setanis, Penyihir Setanis, Buku Catatan Setan dan Setan Berbicara”. LaVey meninggal di tahun 1997. Diperkirakan bahwa Gereja Setan memiliki sekitar 10 ribu anggota di Amerika Utara, dan meskipun banyak menerima tuntutan hukum, kegiatan dan upacaranya terus berjalan.
Sebuah patung Setan, raja iblis telah dibuat dan saat ini berada di Katedral Notre Dame (Paris) berwujud seperti wajah manusia-binatang bertanduk 2 buah dengan posisi bertopang dagu dan di punggungnya terdapat 2 sayap, patung ini terbuat dari batu dan dinamakan patung setan (patung itu pernah dimasukan dalam adegan film Si Bongkok dari Notre Dame).
Organisasi ini menyebut dirinya organisasi pertama di muka bumi dan di sepanjang sejarah yang secara terbuka menyatakan mengabdi kepada penerimaan terhadap fitrah sejati manusia yaitu binatang jasmaniah yang hidup di dalam kosmos yang diresapi dan dimotivasi oleh kekuatan gelap yang kami sebut Setan.
Meskipun keberadaan para penyembah Setan telah diketahui selama bertahun-tahun, tak seorang pun muncul dan mengakui secara terbuka bahwa mereka adalah penganut Setanisme. Setanisme pertama kali menjadi gerakan yang terbuka dan teratur di tahun 1960-an di Amerika Serikat. Tanggal 30 April 1966, Gereja Setan dibentuk di California. Pendiri gereja aneh ini adalah seorang penganut Setanisme yang bernama Anton Szandor LaVey yang menyatakan dirinya sebagai pendeta tinggi. Dikenal sebagai Paus Hitam, LaVey menulis buku-buku tempat dia merumuskan pandangan-pandangannya mengenai Gereja Setan. Judul buku-buku itu menakutkan: “Kitab Suci Setan, Upacara Setanis, Penyihir Setanis, Buku Catatan Setan dan Setan Berbicara”. LaVey meninggal di tahun 1997. Diperkirakan bahwa Gereja Setan memiliki sekitar 10 ribu anggota di Amerika Utara, dan meskipun banyak menerima tuntutan hukum, kegiatan dan upacaranya terus berjalan.
Sebuah patung Setan, raja iblis telah dibuat dan saat ini berada di Katedral Notre Dame (Paris) berwujud seperti wajah manusia-binatang bertanduk 2 buah dengan posisi bertopang dagu dan di punggungnya terdapat 2 sayap, patung ini terbuat dari batu dan dinamakan patung setan (patung itu pernah dimasukan dalam adegan film Si Bongkok dari Notre Dame).
Organisasi ini menyebut dirinya organisasi pertama di muka bumi dan di sepanjang sejarah yang secara terbuka menyatakan mengabdi kepada penerimaan terhadap fitrah sejati manusia yaitu binatang jasmaniah yang hidup di dalam kosmos yang diresapi dan dimotivasi oleh kekuatan gelap yang kami sebut Setan.
Anton
LaVey
Yang
pertama Gereja Setan, Gereja Setan Amerika, kini nama resmi mereka adalah
Gereja Setan, nama lain adalah pendusta. Pada tanggal 29 Oktober 1997, Anton La
Vey mati. Kemudian GS diwariskan kepada Blanche Barton (pendeta wanita
tertinggi) yang juga adalah istrinya dan ibu anak yang ketiga yang bernama
Satan Xerces Carnacki La Vey Blanche juga menjabat kepala adiministrasi GS
selama 14 tahun terakhir. Semasa hidupnya, Anton La Vey mengangkat banyak
anggota Kependetaan Mendes sebagai Pengacara Iblis. Dan kependetaan ini bersama
Ordo Trapezoid Dewan Nan Sembilan kini bekerja sama dengan Pendeta Wanita
Tinggi Barton untuk memajukan filosofi ikonoklastik yang diracik oleh La Vey.
LAMBANG
Lambang Para pengikut GS umumnya menggunakan lambang
666, pentagram, bintang bersudut 5 terbalik yang bergambar kepala kambing
bertanduk dua. Sudut bintang yang menggambarkan tanduk itu bermakna Lucifer,
sama tinggi dengan Allah. Tiga sudut di bawah menggambarkan tritunggal iblis,
yang di tengah Lucifer, di kiri antiKristus, yang di kanan nabi-nabi palsu.
Dan iblis yang menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi itu dan mereka di siksa siang malam sampai selama-lamanya. Tritunggal iblis ini lawan Tritunggal Kristiani (Bapa, Anak, dan Roh Kudus ).
Kepala kambing merupakan salah satu ciri khas utama penyembah Setan, unsur penyembahan yang menuju kepada pengorbanan kepada Satan Lucifer biasanya menyembelih kambing (umumnya jantan)dan menggunakan darahnya untuk upacara ritual
Dan iblis yang menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi itu dan mereka di siksa siang malam sampai selama-lamanya. Tritunggal iblis ini lawan Tritunggal Kristiani (Bapa, Anak, dan Roh Kudus ).
Kepala kambing merupakan salah satu ciri khas utama penyembah Setan, unsur penyembahan yang menuju kepada pengorbanan kepada Satan Lucifer biasanya menyembelih kambing (umumnya jantan)dan menggunakan darahnya untuk upacara ritual
PENGGUNAAN BARCODE
Barcode
atau Kode garis-garis batangan bukan barang baru bagi kebanyakan orang. Hampir
di seluruh produk buatan pabrik, bahkan kini di banyak produk rumahan, semuanya
mencantumkan kode batangan ini. Kode yang terdiri dari garis-garis dengan
ketebalan yang bervariasi oleh banyak kalangan dianggap sebagai sesuatu yang
mempermudah pengidentifikasian suatu barang. Barcode ini lahir di Amerika
Serikat pada awal tahun 1970-an.
Perkembangan
demi perkembangan global ini, membuat kalangan yang sejak awal mencurigai ada
misi tersembunyi di balik penggunaan Barcode, semakin yakin dengan
kecurigaannya. Mereka kebanyakan berlatar belakang sebagai Simbolog, Penulis,
Peneliti, dan Pengkaji Alkitab.
Salah
satunya adalah Mary Stewart Relfe, PhD. Perempuan pengusaha sukses dari
Montgomerry, AS, yang juga berprofesi sebagai seorang pilot sekaligus
instruktur peralatan Multi Engine Instrument Flight, telah menulis dua buah
buku best-seller yang menyoroti konspirasi ini. Salah satunya berjudul “666 The
New Money System” (1982).
Dalam bukunya tersebut, Mary Stewart yang juga seorang
pengkaji Alkitab, sejak kecil sangat yakin bahwa penggunaan Barcode terkait
erat dengan rencana-rencana tersembunyi dari konspirasi untuk menguasai dunia.
Tiga Tahapan
Tiga Tahapan
Menurut
Stewart, upaya Konspirasi untuk menguasai dunia dalam hal pengidentifikasian
dan pengendalian dunia terbagi dalam tiga tahapan: tahap pertama dimulai tahun
1970 yang dijadikan titik awal bagi langkah-langkah ini.
Tahap
kedua dimulai tahun 1973. Penggunaan Barcode yang awalnya diterapkan pada
barang manufaktur, kini mulai diterapkan pada manusia, antara lain lewat nomor
kodifikasi Angka Kesejahteraan Sosial (The Social Security Number) yang
digabungkan dengan sistem pemberian angka secara universal. Penggabungan dua
kodifikasi angka ini menjadi kode-kode batangan (Barcode) yang mirip dengan
Barcode pada produk manufaktur yang telah diterapkan tiga tahun sebelumnya.
Awalnya
diterapkan pada kartu-kartu pintar seperti Credit Card, Debit Card, ID Card,
dan sebagainya. Namun pada perkembangannya juga mulai diterapkan pada manusia.
Target utama tahap kedua ini adalah pemerintahan, perbankan, dan
perusahaan-perusahaan pembuat kartu-kartu pintar (Smart Card).
Tahap ketiga meliputi usaha untuk mengidentifikasikan
setiap macam yang ada di dunia ini, baik yang bergerak maupun yang tidak. Semua
pengidentifikasian ini berguna untuk mengetahui sisi lemah suatu kelompok,
wilayah, bahkan suatu bangsa, yang nantinya bisa dijadikan senjata bagi
Konspirasi.
Angka Iblis
Angka Iblis
Para
pengkritisi Barcode berhasil menemukan salah satu rahasia paling vital dari
kode-kode batangan ini. Semua Barcode atau yang juga dikenal sebagai Universal
Product Code (UPC) Barcode memiliki angka 666 dan 13.


Untuk
mengetahuinya, silakan melihat Barcode yang ada di berbagai produk. Perhatikan
jumlah angka yang ada di bawah garis-garis batangan. Jumlahnya selalu 13 angka.
Angka 6 yang disimbolkan dalam kamus Barcode terdiri dari dua garis tipis
saling berhadapan terletak di sisi paling kiri dan paling kanan Barcode, dan
satunya lagi garis paling tengah. Ketiga garis yang melambangkan angka 6 ini
lebih panjang dibanding garis-garis lainnya.
Jadi,
seluruh UPC Barcode yang tersebar di dunia ini memiliki rangka 666. Dalam
bukunya, Mary Stewart Refle mengutip salah satu ayat Alkitab: “Dan ia
menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin,
merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya. Dan
tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang
memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting
di sini ialah hikmat: Barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung
bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan
bilangannya adalah: 666” (Wahyu 13: 16-18)
Stewart
meringkas bahaya dari Konspirasi dalam hal Barcode: “Penerapan teknologi
Barcode pertama kali dilakukan pada produk barang, disusul kemudian pada kartu,
dan akan berubah menjadi sesuatu yang mengerikan dalam masyarakat yang tidak
lagi menggunakan uang kontan… “
Musik dan Film Satanisme
Satanisme
muncul dalam banyak hal salah satunya adalah film dan musik. Banyak film yang
menceritakan dengan terbuka idiom satanisme serta kisah kuasa gelap (dark
forces). Film populer seperti : Friday The 13th, The Crow, Devils Advocate,
Interview With The Vampire, bahkan serial The X-Files mengandung alur cerita
dimana setan, satanisme atau black magic menjadi bagian penting dari film.
Konon tahun 1968, Anton Szandor La Vey pernah menjadi penasehat teknis
sekaligus pemeran film Rosemarys Baby, film Omen 1976 disebut telah
mempopulerkan satanisme.
·
Lagu dari Ozzy Osbourne “Anggur baik
tapi Wiski lebih cepat, bunuh dirilah satu-satunya jalan keluar”.
·
Lagu dari David Bowie (majalah Rolling
Stone) mengatakan Rock akan selalu menjadi musik setan.
·
Lagu dari Stairway to Heaven jika di
putar terbalik akan memunculkan syair pemujaan setan.
·
Lagu dari Metallica dalam The Prince
melantunkan Bida.dari dari bawah, Aku ingin menjual jiwaku. Setan ambil jiwaku.
·
Pink Floyd menulis lagu Lucifer Sam
dengan lirik : Lucifer Sam selalu duduk di sisimu..selalu dekat denganmu.
·
Thn 1992, Red Hot Chilli Peppers saat
penerimaan anugreah MTV Awards berucap. Pertama-tama kami ingin berterima kasih
pada Setan.
·
Marilyin Manson, salah satu umat GS pada
majalah Spin edisi Agustus 1996. Saya berharap dikenang sebagai sosok yang
mengakhiri sejarah Kekristenan, Manson tak ragu merobek Injil dan meneriakkan
penghinaan terhadap Yesus Kristus.
·
Band-band Black Metal yang secara
terang-terangan menggunakan lirik & ritual pemujaan terhadap setan


Komentar
Posting Komentar